Zola Zolu Gallery
Media
Zola Zolu Gallery
Winkler’s Journey
Harper's Bazaar Indonesia, Bazaar Art, September 2010
Perjalanan menyelami keindahan alam tropis dituangkan oleh Richard Winkler ke atas kanvas dalam berbagai bentuk figuratif yang ‘bermain’ pada volume dan warna.

Publik Bandung kembali disuguhi sebuah pameran seni bermutu dan karya seniman yang namanya kian ‘harum’ di kalangan art aficionado. Pameran bertajuk A Tropical Journey karya Richard Winkler yang digelar oleh Zola Zolu Gallery di area perbelanjaaan Cihampelas Walk, menjadi bukti bahwa Kota Kembang pun merupakan tempat di mana seni diapresiasi secara nyata.

Pameran yang dibuka oleh Harun Hajadi ini merupakan pameran tunggal kedelapan dari seniman asal Swedia ni. Sejak memutuskan untuk menjadi pelukis profesional dan tinggal di Bali pada tahun 1997, Richard Winkler telah berhasil menarik perhatian publik seni, baik media maupun galeri dan kolektor, lokal maupun internasional. Karya Richard disukai antara lain karena keindahan, dinamika bentuk, warna-warna yang striking, serta sensualitas figur yang tercipta justru dari permainan proporsi tubuh.

Sebagai seniman kesekian yang berasal dari dunia Barat dan menemukan inspirasinya di Pulau Dewata, karya Richard banyak dibandingkan dengan para pendahulunya, seperti Walter Spies. Bahkan banyak yang beranggapan bahwa figur-figur dalam lukisan Richard mengingatkan mereka pada pelukis asal Kolumbia, Fernando Botero. Namun, berbeda dengan Botero yang menampilkan semua figurnya bagaikan overweight, Richard menampilkannya dalam bentuk yang cenderung organik. Berlebihan, namun bukan gemuk. Proporsi tubuh manusia mengalami perubahan volume pada bagian-bagian yang menonjolkan sensualitasnya. Lengan yang membesar melambangkan otot yang terbentuk dari kerja keras. Tubuh perempuan memiliki berbagai dimensi, kecil dan besar, langsing dan berisi di bagian-bagian tertentu. Selain lukisan, Richard juga membuat karya patung dengan karakter figur yang serupa dengan yang tampil di lukisannya.

Selain penggambaran figur yang out of proportion, lukisan ayah dua anak ini juga banyak menampilkan lansekap alam tropis Bali dalam warna dan pencahayaan yang kuat. Menurut Richard, ‘pertemuan’ pertamanya dengan dunia tropis sebenarnya terjadi saat dia melakukan perjalanan ke Sri Lanka tahun 1995. Namun akhirnya dia memutuskan untuk tinggal dan mengembangkan kariernya di Bali. Sebuah keputusan yang tepat, karena tanpa membutuhkan waktu terlalu lama, karya-karya Richard langsung melejit dan namanya muncul di berbagai media cetak. Garis-garis yang cembung dalam warna-warna yang ‘menyala’ ini menemukan banyak penggemar. Hal ini juga dibuktikan oleh kesuksesan pameran di Zola Zolu Gallery ini. Seluruh 30 lukisan yang dipamerkan laku terjual, juga tiga buah patung karyanya. (Febe R. Siahaan)


Please click the picture to view the actual article

Winklerís Journey Winklerís Journey