Zola Zolu Gallery
Media
Zola Zolu Gallery
Menoreh Dan Mengajar Seni
Arti, Desember 2008
Beberapa paduan cat minyak dibubuhkannya pada palet. Lalu dengan terampil, ia torehkan warna demi warna itu di kanvas. Sebagai seorang pengajar seni, menuntut I Ketut Mara sang pelukis asal Bali untuk menguasai berbagai teknik melukis.

I Ketut Mara, pria kelahiran 15 Desember 1961 itu, selain seorang seniman ia juga seorang pengajar seni di Sesri (Sekolah Seni Rupa Indonesia) Batubulan, Bali. Ia tinggal di satu desa daerah Batubulan, Sukawati, Bali.

Lukisan karya I Ketut Mara tampak banyak terilhami dari keindahan alam serta tradisi budaya masyarakat Bali.

Seperti karya yang sedang ia kerjakan. Tampak pada lukisan, indah lanskap alam pegunungan, dimana sawah nan hijau menghampar luas, sementara pada sebuah titian jalan tampak deretan orang - orang dengan membawa sesaji seperti hendak menuju ke puncak gunung.

"Dalam kepercayaan Hindu Bali ada sebuah tradisi melarung sesaji. Biasanya melarung sesaji dilakukan di daerah perairan, seperti pantai atau laut. Tapi kali ini saya mencoba menampilkan hal yang berbeda, melarung sesaji kali ini saya tampilkan justru di daerah pegunungan," ujarnya.

Selanjutnya ia mengatakan, "dalam hal ini saya mengandaikan kalau sebuah tempat yang tinggi itu mempunyai jarak yang sangat dekat dengan Sang Pencipta. Namun jalan menuju kesana itu tidak mudah, penuh dengan rintangan dan itu saya ibaratkan pada jalan yang curam dan berkelok-kelok", kata Ketut Mara dengan logat khas Balinya.

Sebagai seorang seniman yang juga seorang pengajar seni. I Ketut Mara pada tahun 1985 dan 1988 mendapatkan penghargaan sebagai "The Best Art Educator", dari Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, Bali.


Please click the picture to view the actual article

Menoreh Dan Mengajar Seni